Minggu, 31 Mei 2020

Masih Tetap Aku

Pohon Kelapa itu tetap kokoh meski nyiurnya siar-siur tergoyang angin sejuta rindu, mataharipun berangsur lenyap dibaliknya ditambah kerumunan awan yang menyudutkan, dari bawah terlihat panas terik tersipu dibalik janur, kesunyian merayap,  dingin menyergap, walaupun begitu kamu tak perlu khawatir, karena Aku masih tetap AKU!

Mereka?

Biarkan mereka!
cukup!
Abaikan saja mereka. 
Mereka memang hebat dalam menilai.
Ya, Menilai.
Mereka hanya bisa menilai apa yang tampak. Mereka tak menyadari apa yang tampak hanya sebatas pandangan dan jelingan mata saja, tak lebih dari itu.
Sedangkan yg tak terlihat mereka abaikan begitu saja, padahal perjuangan dibaliknya begitu luar biasa.

Kau hanya perlu lanjutkan perjuangan, kuatkan rasa, tetapkan keyakinan, kokohkan pendirian, seperti pohon yang kokoh itu walau nyiurnya diterpa angin sejuta rindu. 
Tetaplah kuat dalam perjuangan.
Penantian pasti akan usai.
Dan aku masih akan tetap menjadi aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ternyata Allah Membuangnya

Seorang Gadis bercerita : "Sejauh ini aku sudah mulai berdamai dengan masa laluku. Kalau ketemu dengannya rasanya sudah mul...