Minggu, 31 Mei 2020

Masih Tetap Aku

Pohon Kelapa itu tetap kokoh meski nyiurnya siar-siur tergoyang angin sejuta rindu, mataharipun berangsur lenyap dibaliknya ditambah kerumunan awan yang menyudutkan, dari bawah terlihat panas terik tersipu dibalik janur, kesunyian merayap,  dingin menyergap, walaupun begitu kamu tak perlu khawatir, karena Aku masih tetap AKU!

Mereka?

Biarkan mereka!
cukup!
Abaikan saja mereka. 
Mereka memang hebat dalam menilai.
Ya, Menilai.
Mereka hanya bisa menilai apa yang tampak. Mereka tak menyadari apa yang tampak hanya sebatas pandangan dan jelingan mata saja, tak lebih dari itu.
Sedangkan yg tak terlihat mereka abaikan begitu saja, padahal perjuangan dibaliknya begitu luar biasa.

Kau hanya perlu lanjutkan perjuangan, kuatkan rasa, tetapkan keyakinan, kokohkan pendirian, seperti pohon yang kokoh itu walau nyiurnya diterpa angin sejuta rindu. 
Tetaplah kuat dalam perjuangan.
Penantian pasti akan usai.
Dan aku masih akan tetap menjadi aku.

Rabu, 27 Mei 2020

Ranting-ranting yang Bermunajat


Pohon itu mengering karena tak sanggup menahan kerinduan, batangnya hampir rapuh Ranting-rantingnya menengadah keatas Bermunajat Setiap waktu memanjatkan do'a berharap menembus arsy-Nya. 
Ia memohon pada Rabb-Nya agar rindunya pada hujan segera di pertemukan.

Di saat ia mengering dan hampir putus asa rindunya pun akhirnya datang atas izin Allah mengguyurnya dengan lembut sehingga rindunya tersalurkan, Hujan inilah rahmat yang dinanti-nanti dan diharapkannya.

Hujan ini adalah rindunya yang tertahan sekian purnama yang membuat dia mengering dan hampir saja mati dan mengira bahwa Rabb-Nya akan membiarkannya mengering  begitu saja.

kini dia baru menyadari bahwa Rabb-Nya selalu memberikan sesuatu tepat pada saatnya meski ia berpikir ini adalah saat terakhirnya namun inilah yg di ridhoi oleh Rabb-Nya.

Ternyata Allah Membuangnya

Seorang Gadis bercerita : "Sejauh ini aku sudah mulai berdamai dengan masa laluku. Kalau ketemu dengannya rasanya sudah mul...